Powered By Blogger

Senin, 09 Juli 2012

Springkle Lucky in July


#CeritaKKNbagianpertama

Desa Wanurejo, kecamatan Borobudur, kabupaten Magelang, 7 Juli 2012.

Lalu kami bisa apa?
Itu adalah kalimat pertama yang ada di dalam pikiranku ketika semuanya menjadi terasa sedih. Ya ketika kami sampai di tempat KKN dan kami belum memiliki tempat pondokan untuk dijadikan tempat berteduh selama empat puluh hari di desa Wanurejo ini.
Jadi, KKN kami berada di unit 199, di daerah kabupaten Magelang, kecamatan Borobudur, desa Wanurejo. Dari desa Wanurejo ini yang memiliki banyak Dusun, unit kami dipecah menjadi empat bagian sub-unit yang masing-masing sub-unit itu terdiri dari satu kelompok yang berisi 6-7 orang mahasiswa. Pertama kali keputusan Pak Budi, dosen pembimbing KKN kami, aku, Aga, Sari, Tyas, Reza dan Wildan, menempatkan aku dan kelima teman-teman seperjuanganku di sub-unit tiga, yakni di desa Tingal Wetan. Baiklah, dan kamipun berkunjung ke rumah Bapak Dusun, untuk membicarakan masalah pondokan, kemudian sehari setelah itu, kami mendapatkan kabar bahwa kami telah mendapatkan rumah pondokan. Berkunjunglah kami ke rumah yang dimaksud oleh Pak Kadus Tingal Wetan. Sesampainya di rumah seorang Ibu yang entahlah aku sudah melupakan namanya, kami berbincang dengan beliau membicarakan perihal bagaimana urusan uang makan, listrik dan air jika kami tinggal di sana.
JEGEEEER!!
Bagai disambar halilintar disiang bolong, oh Tuhaaan, sungguh ya, wajahku mungkin saat itu langsung mlongo keliatan syok. Bukan masalah rumahnya bagaimana atau seperti apa. Akan aku gambarkan rumah ibu yang entahlah itu dengan sekilas. Rumah itu bagus, bersih, oke, dan semua terasnya sudah bertegel, kamar mandinya di dalam rumah, kelihatannya sih baru, pokoknya nyamanlah untuk kita tempati. Ibunya juga manis saat ngobrol tentang sambutannya atas kedatangan kami ke sini, ke desa Wanurejo. Tapi semuanya berubah setelah negara api menyerang! Hoaaah, semuanya berubah ketika ibunya sudah membicarakan uang, hah, bikin aku mual, sedih, pusing kalau ngingetnya. Kayak tega banget sih itu ibu, sungguh terlalu. Ya sudah karena kami tidak sanggup untuk membayar sepuluh ribu satu hari, dan ditambah dengan uang sewa, akhirnya kami memutuskan untuk galau dulu. -___-“
Sebenarnya kalau semua sub-unit sama seperti kami, itu bukan hal yang harus dipermasalahkan, tapi setelah kami berbincang-bincang dengan sub-unit lain, mereka tidak sama seperti kami, yang berhadapan dengan masalah yang begitu pelik (lebey). Rumah pondokan mereka menerima mereka dengan ramah dan seperti tamu, untuk masalah ketiga hal tadi (listrik, air, dll), ibu pondokan mereka bijak dalam menjawabnya, sehingga mereka sebagai mahasiswa yang ingin mengabdi di masyarakat menjadi merasa dihargai, merasa disayang dan disambut dengan ramah dan menyenangkan. Kemudian kami, khususnya saya jadi merasa, sedih. Sedih sekali kenapa pemandangan teman-teman sub-unit lain begitu indah dan menyenangkan, sedangkan sub-unit kami memulaipun belum. Sedih.
Setelah galau hampir dua hari, setelah diskusi panjang dengan Bapak, Ibu, teman-teman sub-unit 3, Pak Budi, dan teman-teman KKN UGM 2012 unit 199,  finaly kami memutuskan untuk pindah. Namun badai itu masih terasa saat Wildan dan Reza mengajak kami ke tempat pondokan baru kami di dusun Barepan. Saat aku mulai memasuki pekarangan rumah pak kadus Barepan, sungguh rasanya sedih itu semakin kuat dan enggan pergi. Beberapa hal mungkin tak enak kuceritakan di sini, namun ya begitulah waktu itu aku sedih, bahkan aku sempat menangis di kamar mandi agar sesak ini tak tumpah saat di depan teman-teman.
Dan kami memulai hidup kami di pondokan baru di dusun Barepan. Subhanallah, sungguh Allah mengabulkan doaku di hari pertama kami tinggal di pondokan yang hommy  ini, ya aku dijauhkan oleh Allah dari rasa sedih, aku menemukan embah yang begitu perhatian, Bu Titik yang tak hanya cantik, tapi semua makanan yang ia masak adalah makanan yang tiada duanya enaknyaaa, Bapak yang sangat baik, ramah, penuh inspirasi, dan sangat baik sekali karena mau menawarkan, berbagi pasword WIFI rumahnya, Ara putri bungsu Bu Titik yang lucu, nyimut, unyu, dan teman-teman sub-unit 3 yang saling menyayangi, mengasihi dan saling menguatkan. Terimakasih ya Allah, ini terlalu indah. Terimakasih.
Well, inilah keajaiban di bulan July, ya walaupun kami diuji dengan perkataan teman-teman kami yang termasuk kejam ketika tidak tau sikon bercanda, yang mana saat itu kami sedang tertekan belum memiliki pondokan, rasa sesak di hati yang dipenuhi dengan kesedihan, dan rumah embah yang sedikit berdebu karena embah tinggal seorang diri di rumahnya, kemudian sudah menjadi bersih bersinar saat kami membersihkan semuanya berulang kali, kami saat ini, alhamdulillah sangat bersyukur. Karena kami bersatu di dalam sub-unit 3 ini, karena kami memiliki karakter yang menyenangkan dan enak untuk diajak berdiskusi masalah program KKN, teman-teman yang saling kasih-mengasihi dan menguatkan, serta ketua unit yang luarbiasa ngemong, sayang dan perhatian. Itu luar biasa untuk kami, sungguh membahagiakan.
Begitulah, Allah mengabulkan doa-doa kami, doa hati yang benar-benar sungguh memohon yang terbaik dari-Nya. Doa hati yang berusaha menjadikan diri selalu belajar ikhlas. Doa hati yang selalu berusaha menjaga perasaan kawan-kawan disekitarnya, dengan berkatalah yang baik atau diam. Doa hati yang hanya mengharap ridho Allah, bahwa pemahaman apa yang terjadi di langit dan di bumi telah tertilis di lauhul mahfudz itu tertanam dalam sanubarinya.
Semangat KKN, semoga dimudahkan, dilancarkan, dan dijauhkan dari rasa sedih. !Aaamin! ^^









Asa G. Lizadi
Magelang, 9 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar